Santo Hieronimus berkata, "Tak Kenal Kitab Suci, Tak Kenal Kristus"

Senin, 02 Agustus 2010

PERSOALAN SEPUTAR KITAB SUCI (11)

101. Apakah Yesus menyuruh menulis Kitab Suci?
Yesus tidak pernah menyuruh menulis Kitab Suci. Tetapi justru kebutuhan Gereja supaya tetap bersatu dengan Yesus sebagaimana mestinya, itulah yang menimbulkan keinginan untuk rnendapat tulisan-tulisan tersebut. Orang takut lupa akan Yesus dan akan segala sesuatu yang berhubungan dengan Yesus. Kita mengenal Yesus melalui murid-murid-Nya. Ketika murid-murid pertama mulai meninggal dan sudah tidak ada, maka orang mulai khawatir bahwa dengan demikian hubungan dengan Yesus akan putus. Maka mereka minta supaya murid-murid Yesus itu menuliskan pengalaman mereka. Dengan demikian Kitab Suci ternyata menjadi penghubung kita dengan Yesus. Melalui Kitab Suci, khususnya melalui kesaksian para Rasul yang termuat di dalamnya, kita mengenal Yesus sampai sekarang.

102. Apakah yang diungkapkan dalam Kitab Suci merupakan kejadian nyata dari Yesus?
Yang diungkapkan dalam Kitab Suci memang adalah kesaksian mengenai hidup Yesus. Dan yang pokok adalah kesaksian akan wafat dan kebangkitan-Nya, dan mengenai hal itu tidak ada keragu-raguan. Mengenai detail-detail tentang hidup Yesus di Palestina mungkin ada perbedaan antara pengarang yang satu dengan pengarang yang lain, dan mungkin juga bahwa ini tidak persis tepat seperti apa yang terjadi. Maka dari itu janganlah kita melihat Injil sebagai riwayat hidup Yesus. Injil adalah kesaksian mengenai diri pribadi Yesus, dan oleh karena itu juga kesaksian mengenai pokok-pokok kehidupan-Nya.

103. Kapan dan dimana Paulus dipenjarakan?
Tidak diketahui. Berulang-ulang kali Paulus dipenjarakan. Yang kita tahu dari Kis bahwa dia pernah dipenjarakan di Filipi, di Korintus, di Yerusalem, di Kaisarea, di Roma dan barangkali juga di Efesus. Tetapi bisa jadi bahwa di banyak tempat yang lain ia juga dipenjarakan. Dan itu juga tidak penting, kapan dan dimana Paulus dipenjarakan. Sebab peristiwa-peristiwa itu berkaitan satu dengan yang lain. Janganlah kita melihat hidup Paulus sebagai hidup yang terpotong-potong, sebagaimana juga hidup Yesus tidak boleh dipotong-potong.

104. Mengapa Paulus di penjara?
Karena bikin onar. Karena dia terus menerus berkelahi dengan orang Yahudi mengenai Yesus. Paling bagus adalah cerita yang terdapat dalam Kis 25, 13-27) Di situ diceriterakan bagaimana Paulus sudah lama ada dalam penjara di Kaisarea. Dan sementara Paulus tetap nongkrong di situ, gubernur yang sekaligus menjadi penguasa atas penjara, diganti. Maka gubernur yang baru, cerita kepada tamunya bahwa dia menemukan seorang tawanan, yakni Paulus, dan tidak tahu perkaranya bagaimana. Oleh karena Paulus sudah lama di penjara dan perkaranya tidak diurus-urus, maka akhirnya gubernur baru itu mengundang orang Yahudi dari Yerusalem, karena dia tahu bahwa awal perkara itu adalah di Yerusalem, ketika Paulus ditangkap di sana. Oleh karena gubernur Kaisarea kebetulan di Yerusalem, maka dia omong dengan orang Yahudi di sana. Lalu dari omongan itu diambil keputusan bahwa mereka akan datang ke Kaisarea untuk dikonfrontasi dengan Paulus. Dan ternyata mereka mau. Lalu si gubernur itu heran sekali - begitu ia cerita kepada tamunya, - bahwa ketika para penuduh dan pendakwa dari Yerusalem bertemu dengan Paulus, sama sekali tidak ada masalah-masalah kejahatan yang dibicarakan. Dia berkata: "mereka hanya berselisih paham dengan dia tentangsoal-soal agama mereka, dan tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati, sedangkan Paulus katakan dengan pasti bahwaIa hidup." Jelas sekali bahwa gubernur itu belum pernah mendengar mengenai Yesus, maka dia berkata: "seorang bernama Yesus;" dan dia lebih heran lagi bahwa menurut orang-orang Yahudi si Yesus itu sudah mati, jadi mengapa masihdipersoalkan. Tetapi yang lebih aneh lagi, bahwa Paulus mengatakan bahwa Dia masih hidup. Sehingga gubernur sendirimenjadi bingung, karena menurut dia itu toh bukan alasan untuk memenjarakan seseorang. Tetapi bagi Paulus dan orang Yahudi, ini menjadi alasan yang paling pokok. Sebab Paulus mempertahankan bahwa Yesus adalah Almasih, Putra Allah, Penyelamat dunia. Sedangkan orang Yahudi berpendapat bahwa Yesus adalah orang murtad yang menyeleweng dari agama Yahudi. Dengan demikian terjadi perbedaan pendapat, perselisihan dan pertikaian, yang seringkali juga terjadi di lain tempat dan yang tidak jarang menimbulkan huru-hara. Lalu yang berwewenang turun tangan dan memenjarakan Paulus. Tetapi hampir selalu dia dapat keluar lagi dari penjara; hanya yang terakhir kalinya, ketika ia di Roma, dia dipenggal kepalanya.

105. Pada tahun berapa Paulus mati dipenggal?
Lagi, ini tidak jelas. Mungkin sekitar th. 65 atau mungkin lebih awal, tetapi mungkin juga lebih kemudian. Kita tahu dari Kis bahwa Paulus dipenjarakan di Roma. Bahkan pada akhir Kis dikatakan bahwa "Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya." Rupa-rupanya Paulus jadi tahanan rumah setelah ia diinterogasi. Tetapi apa yang terjadi sesudahnya, tidak ada yang menulis mengenai hal itu. Dari tradisi Gereja diketahui bahwa Paulus memang dipenggal kepalanya di Roma. Tetapi apakah itu terjadi segera pada waktu dia datang, ataukah dia masih dilepaskan dan pergi ke lain tempat dan baru kemudian dihukum mati, semua itu kita tidak tahu. Karena tidak ada informasi tertulis mengenai hal itu.

106. Apakah seluruh surat Paulus dikarang oleh Paulus sendiri?
Apa yang dimaksud disini dengan "seluruh surat Paulus"? Kalau yang dimaksudkan itu semua surat yang mempunyai nama Paulus, ini berarti ada 13 surat;lalu harus dikatakan bahwa tidak semua dikarang oleh Paulus. Menurut penyelidikan para ahli, surat yang betul-betul berasal dari Paulus sendiri, walaupun mungkin surat itu ditulis dengan tangan seorang sekretaris, namun didikte oleh Paulus, adalah: (a) 1Tes, (b) Fil, (c) Flm, (d) 1Kor, (e) Gal, (f) 2Kor, (g) Rm. Sedangkan yang ditulis oleh muridnya adalah: (a) Kol, (b) Ef (yang merupakan semacam saduran dari Kol), (c) surat-surat Pastoral, yakni 1 dan 2Tim dan Tit yang semuanya ditulis bersama-sama dan kait-mengait, dan akhirnya (d) 2 Tes. Surat-surat itu masih berdasar pada ajaran Paulus dan kesaksian Paulus, tetapi tidak ditulis atau didikte oleh rasul Paulus sendiri. Itu lebih mencerminkan ajaran Paulus dan berasal dari lingkungan Paulus.

107. Apakah tujuan Paulus menulis surat?
Tujuan Paulus menulis surat sama dengan tujuan setiap orang menulis surat, yakni untuk komunikasi dengan orang yang disurati. Paulus ingin berkomunikasi dengan jemaat yang didirikan olehnya dan untuk itu dia menulis surat. Sebab Paulus biasanya tidak tinggal lama di suatu tempat. Paling lama satu setengah sampai dua tahun, lalu dia pergi lebih jauh lagi untuk mewartakan Injil di lain tempat. Dan di lain tempat itu dia mendapat kabar atau mendengar mengenai jemaat yang pernah didirikan, lalu mereka mengajukan mungkin pertanyaan atau kesulitan, atau keluhan, dan Paulus menanggapi semua itu dengan sepucuk surat. Dengan demikian ada sekian banyak surat yang ditulis Paulus kepada jemaat-jemaat itu. Dan tidak mustahil bahwa misalnya surat kedua kepada umat Korintus atau juga surat kepada umat di Filipi sebetulnya merupakan suatu kumpulan dari dua, tiga atau bahkan empat surat yang oleh seorang editor dibuat menjadi satu. Hanya surat kepada umat di Roma itu ditulis Paulus sebelum ia mengunjungi jemaat itu. Jemaat di Roma tidak didirikan oleh Paulus, tetapi oleh orang lain yang tidak kita kenal. Tetapi Paulus mau mengunjungi jemaat itu, dan sebelumnya ia menulis surat kepada mereka. Oleh karena surat itu tidak menanggapi pertanyaan atau persoalan atau keluhan, melainkan keluar dari hati dan benak Paulus sendiri, maka justru dalam surat Rom kita mendapat uraian teologi Paulus yang paling lengkap. Dari lain pihak tentu saja juga surat Rom ditentukan oleh situasi Paulus pada waktu itu dan oleh apa yang diketahuinya dari jemaat di Roma. Maka juga surat Rom, kendatipun lebih lengkap daripada semua surat yang lain, tidak memberikan suatu gambaran penuh dan utuh mengenai teologi Paulus Kalau mau mengenal Paulus secara lengkap, harus membaca semua suratnya, termasuk surat-surat yang ditulis oleh murid-muridnya.

108. Paulus sering dianggap sebagai penyeleweng agama Kristen. Jelaskan!
Oleh orang Kristen sendiri Paulus tidak pernah dipandang sebagai seorang penyeleweng. Yang menganggap Paulus sebagai seorang penyeleweng adalah orang yang beragama lain, khususnya orang penganut agama Islam. Dan mengapa mereka memandang Paulus sebagai penyeleweng agama Kristen? Karena mereka mempunyai pandangan lain mengenai Kitab Suci dari pada orang Kristen sendiri. Kalau kita melihat Injil serupa dengan Al Qur'an, maka Injil adalah ajaran Yesus yang diterima dari Allah, seperti Al Qur'an adalah ajaran Nabi Muhammad saw yang diterima dari Allah. Tetapi sudah dikatakan bahwa Injil bukan hanya ajaran Yesus. Injil adalah pertama-tama kesaksian Gereja perdana mengenai Yesus, mengenai karya dan ajaran Yesus, dan terutama mengenai wafat dan kebangkitan Yesus. Maka Paulus searah dengan Injil, karena Paulus pun pertama-tama memberi kesaksian mengenai karya dan ajaran Yesus, khususnya mengenai wafat dan kebangkitan-Nya. Malahan harus dikatakan bahwa Paulus terutama berbicara mengenai wafat dan kebangkitan Kristus serta artinya bagi kita, dan sedikit sekali berbicara mengenai karya dan ajaran Kristus. Oleh karena itu surat-surat Paulus juga sangat berbeda dengan Injil-injil. Ia berbicara mengenai Kristus dalam suratnya sesuai dengan pertanyaan dan kesulitan yang dialami oleh jemaat. Dalam surat-suratnya ia memberi jawaban atas pertanyaan. Maka surat-surat Paulus berbeda sekali dengan Injil-injil. Tidak pertama-tama mau memberi kesaksian mengenai Yesus yang lengkap, karena ini sudah dilakukan oleh Paulus secara lisan pada waktu ia mendirikan jemaat. Dalam surat-suratnya ia hanya mengingatkan jemaat-jemaat akan ajaran yang diberikan lebih dahulu. Dan dalam surat-surat itu ia hanya membahas yang pokok mengenai kesaksiannya tentang Kristus. Oleh karena itu surat-surat Paulus berbeda dengan Injil. Dan kalau Injil dilihat dengan kacamata agama Islam, sebagai laporan dari Sabda Allah yang diterima dari sorga, maka jelas sekali bahwa Paulus berbeda bukan hanya dengan Injil tetapi juga dengan Yesus. Dan dari situ ditarik kesimpulan bahwa ia adalah penyeleweng agama kristen. Tetapi itu hanya karena orang tidak tahu Kitab Suci agama Kristen. Dan karena orang hanya membaca Kitab Suci agama Kristen dengan kacamata agama Islam. Kalau dilihat secara objektif, sebagaimana dimaksudkan oleh pengarang-pengarang PB kristiani itu sendiri, maka tidak ada alasan sama sekali untuk menyebut Paulus penyeleweng agama kristen.

109. Apakah arti kata tafsir?
Kata tafsir berasal dari bahasa Arab yang berarti penerangan, penjelasan, penjabaran. Yang dimaksudkan ialah penerangan teks Kitab Suci. Oleh karena Kitab Suci ditulis dalam zaman dan bahasa yang lain, maka artinya tidak selalu jelas. Ilmu tafsir mencoba menerangkan maksud pengarang untuk pembaca zaman sekarang. Sebetulnya lebih baik tanpa tafsir, seandainya teks itu sendiri jelas. Tetapi karena perbedaan latar belakang antara pengarang dan pembaca, maka seringkali tafsir mutlak perlu.

110. Apakah tujuan orang menafsirkan Kitab Suci?
Orang menafsirkan Kitab Suci untuk memahaminya. Dan buku tafsir selalu dimaksudkan untuk membantu orang membaca dan memahami Kitab Suci.

Baca juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar